Soulmate?

Fwd from email from a friend🙂
Guys.. belajar dr pengalaman itu sangat penting, ttp hal ini juga penting.GBU Non Stop.. DIAKAH ” SOULMATE”-KU?

 Baru-baru ini seorang rekan – sebut saja Johan – curhat pada saya, “Gue sedang jatuh cinta ama Lisa. Gue rasa, dialah soulmate gue yang sebenarnya.”

 Lisa adalah staf yang baru bekerja setahun di tempat kerja kita. Wajahnya memang cantik. Tubuhnya imut-imut kecil, kulitnya putih, potongan tubuhnya sangat seksi dan menarik. Apalagi busananya… . hmm…. rasanya Anda tidak akan sanggup melepaskan pandangan Anda pada busananya yang “super irit” atas-bawah.

 Anda menangkap ada yang aneh dari curhat teman saya? Tentu tidak. Tapi gimana kalau Anda mengetahui latar belakang Johan yang sebenarnya telah punya istri dan 3 orang anak? Tentu Anda akan seperti saya, mencak-mencak!

 “Gile lo. Kan elo udah nikah. Artinya istri lo tuh ya soulmate-mu. ”

 “Bukan,” bantahnya. “Istriku adalah istriku. Tapi soulmate-ku adalah Lisa.”

 APA ITU SOULMATE?

 Gosh…!!! Dunia emang sudah gak beres ya? Ada aja alasan yang dipakai orang

untuk membenarkan tindakan keliru yang dibuatnya. Saya pun baru menyadari

kalau diam-diam, Johan dan Lisa sudah berhubungan sangat dalam selama lebih

dari setahun belakangan ini. Padahal di kantor, keduanya tidak pernah

bertutur sapa – apalagi saling lirik – seolah-olah mereka saling bermusuhan.

Gak tahunya, di balik itu semua, mereka sedang bermain sandiwara.

 Tapi omong-omong, apa sih Soulmate itu? Masing-masing orang punya pandangan

sendiri. Bagi saya, Soulmate adalah pasangan hidup yang kita temukan saat

melakukan sosialisasi dengan lingkungan. Ketika kita menemukan seorang lawan

jenis yang cocok dalam bercakap-cakap, bertingkah laku, dan kesenangan /

hobi, maka ada kemungkinan dialah soulmate kita. Dan ketika kita memutuskan

untuk menikahi lawan jenis kita, saat itulah kita telah menemukan SOULMATE

kita itu.

 Soulmate ibarat “sesuatu” yang hilang dalam hidup kita, yang kita cari

seumur hidup untuk melengkapi kekosongan jiwa kita. Dia adalah bagian tulang

rusuk kita, yang terambil pada saat Allah melakukan penciptaan di muka bumi

ini. Dia adalah “YANG TERBAIK” dari Allah karena Allah melihat ciptaan-Nya

“baik adanya” (lihat Kejadian 1).

 APAKAH “SOULMATE” KITA LEBIH DARI 1?

 

Satu pertanyaan yang sering diintepretasikan oleh rekan non-kristen sebagai

hal yang keliru. Mereka menganggap bahwa “soulmate” mereka lebih dari 1.

Karena itulah mereka “diberi kebebasan” untuk mencari dan menikahi 4 orang

lawan jenis mereka.

 Tapi Allah jelas mengatakan dalam Kejadian 1, bahwa Soulmate kita hanyalah 1

orang. Lihatlah teladan yang diberikan Allah. Dia menciptakan HANYA 1 orang

Adam dan 1 orang Hawa. Ketika mereka jatuh dalam dosa, Allah TIDAK PERNAH

menciptakan lagi manusia lain. Adam dan Hawa bersama-sama berjuang dalam

kesusahan sebagai manusia pendosa. Mereka mengisi bumi dengan

keturunan-keturunan mereka dengan jerih payah dan perjuangan yang luar

biasa. Renungkan Kejadian 1, di mana hanya ADAM dan HAWA yang berjuang.

Tidak ada Pria Lain dan tidak ada Wanita Lain. Hanya berdua.

 Artinya : SOULMATE itu hanya 1. Engkau telah menemukan SOULMATE-mu ketika

kau memutuskan untuk menjalankan sisa hidupmu bersama dengannya SELAMANYA,

yaitu saat kalian memutuskan untuk menikah.

 MUNGKINKAH AKU KELIRU MEMILIH “SOULMATE”?

 Mencari soulmate ibarat mencari kunci gembok di lautan kunci. Ada jutaan

kunci, tapi hanya ada 1 yang tepat untuk membuka gembok. Anda punya waktu

untuk mencari. Tapi waktu Anda tidaklah banyak. Karena itu, Anda butuh “Ahli

Kunci” yang mampu memilihkan kunci yang tepat untuk Anda. Siapa dia? Dialah

ALLAH BAPA. Ketika kau sedang dalam pencarian pasangan, doakanlah dia.

SELALU. Mulai dari engkau baru pertama kali mengenalnya, hingga pacaran, dan

menikah.

 Anda SALAH BESAR jika berkata telah keliru memilih “Soulmate”. Jika dia

bukan “soulmate”-mu, maka kalian tidak akan pernah menikah. Ingatlah,

perjumpaanmu dengan seseorang bukanlah kebetulan. Semuanya sudah diatur oleh

Allah. Mintalah bimbinganNya agar Anda tidak keliru memilih.

 Tapi bagaimana kalau pasangan kita bersikap kasar? Ringan tangan? Jorok?

Menyebalkan? Memuakkan? “Jika dia benar-benar “soulmate”-ku, tentu tidak

akan demikian padaku.” Benarkah?

 Anda harus belajar pada diri dan tubuh Anda sendiri. Ketika susah buang air

besar, apakah Anda akan berdiam diri? Anda tentu akan berusaha sekuat tenaga

agar Anda bisa buang air. Entah makan pepaya, pencahar, apapun. Pernahkah

terpikir untuk mendiamkan saja? “Toh ada mulut, hidung, atau telinga. Kalo

gak bisa keluar lewat pantat, masih ada “lubang” lain yang bisa dipakai

feses untuk keluar.”

 Logikanya kan begitu? Tapi mekanisme tubuh tidak demikian. Anda justru

berusaha agar feses keluar sesuai “tempatnya”. Lewat pantat. Bukan lewat

hidung atau mulut Anda. Mengapa demikian? Karena tubuh dan diri Anda adalah

“soulmate”. Kalian tahu apa yang harus dilakukan dan kalian saling bekerja

sama agar segalanya berjalan semestinya.

 Ketika Anda tahu pasangan Anda menyebalkan, memuakkan, menjijikkan, Anda

harus mengarahkan pasangan Anda. Cari penyebabnya, dan bersama dengannya,

mengubah hal yg menyebalkan Anda itu. Itulah fungsi “soulmate”. Anda

membantu pasangan Anda mengisi apa yang kurang darinya. Dan pasangan mengisi

apa yang kurang dari Anda. Dengan demikian, pada akhirnya semua berjalan

sebagai mana mestinya.

 RISALAH

 Yang harus Anda ingat : Soulmate memang sesuatu yang hilang dalam hidup

kita. Tapi engkau sebenarnya telah menemukannya ketika memutuskan untuk

menjalani sisa hidupmu bersamanya dalam ikatan pernikahan. Nonsens-lah Anda

berkata telah “keliru memilih soulmate”. Itu artinya Anda tidak berani

mengambil tanggung jawab atas pilihan Anda sendiri. Ketika Anda berpikir

Anda salah memilih “soulmate”, bukalah Kejadian 1 dan renungkanlah

perjuangan Adam dan Hawa BERDUA dalam menjalani hidup. Apakah mereka keliru

memilih “soulmate”? Jika benar mereka keliru, harusnya Allah memberikan

lebih banyak “pilihan” pada Adam dan Hawa kan ? Faktanya : Allah tetap

mempertahankan mereka berdua sebagai pasangan karena Allah ingin mengajarkan

hidup setia. (Bayangkan, tulang rusuk kita ada 22 pasang. Jika saja Hawa

bukan “soulmate” Adam, Allah bisa saja menciptakan 22 perempuan dan 22

laki-laki untuk dipilih oleh Adam dan Hawa).

 So… buat sobatku, Johan. Nasihatku padamu – dan aku tidak bosan2-nya untuk

menasihatimu akan hal ini – lupakan Lisa. Dia bukan “soulmate”mu. Kembali

pada keluargamu. Cintailah mereka sepenuh hatimu.

 Dan buat rekan2 yang punya selingkuh di luar sana , apapun alasan kalian

pada pasanganmu (mereka cerewetlah, joroklah, tidak perduli padamu, ….),

ingatlah bahwa kalian dipersatukan Tuhan dalam tali pernikahan bukan tanpa

alasan. Anda punya arti dalam hidup pasanganmu. Coba… perbaiki hubunganmu

dengannya. Dialah “soulmate”mu yang sebenarnya.

 GBU..

 

 

Dia-kah jodoh anda?

 Sudah lelah mencari ke sana-sini dan merasa belum ada yang pas juga?

Jangan-jangan si dia yang kini sering mengajak Anda berkencan memang

calon pasangan hidup Anda. Tapi apa iya sih? Coba saja simak lima

pertanda berikut jika memang dialah jodoh yang sudah lama dinanti.

 

1. Persamaan Unik dalam Banyak Hal

Sangat menyenangkan bila kita bertemu, berkenalan, dan bergaul dengan

seseorang yang mempunyai minat yang sama dalam berbagai hal. Dan akan

lebih mengesankan lagi pada saat menyadari persamaan minat atau

kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan dengan cara yang sama serta

unik. Misalnya, saat mengendarai mobil Anda selalu memasang lagu

kegemaran tertentu serta mengumandangkannya dengan ritme tersendiri.

Ternyata kebiasaan tersebut pun dilakukan teman kencan Anda untuk lagu

yang sama dengan ritme yang sama.

 

2. Menyatukan Jurang Pemisah

Bila salah satu dari Anda berdua tidak sengaja mengatakan segala

sesuatu secara spontan, seperti celetukan, “Hmm, liburan akhir tahun

ini kayaknya kita harus ke Bali, deh,” tanpa risi ataupun takut akan

apa yang akan dipikirkan oleh pasangan, berarti Anda telah berhasil

menyatukan jurang pemisah. Soalnya, hal ini merupakan tanda-tanda

bahwa Anda berdua sudah merasa mantap dan nyaman dengan hubungan yang

terjalin.

 

3. Diterima Lingkungan

Ternyata jauh lebih penting memperkenalkan teman kencan baru Anda

kepada teman-teman dekat daripada ke kedua orangtua. Sebab,

teman-teman dekat Anda lebih bisa merefleksikan siapa Anda dan

bagaimana Anda sesungguhnya. Jadi, bila Anda ingin memperkenalkan

teman kencan kepada para sahabat, hal ini menunjukkan Anda menganggap

hubungan dengan si teman kencan yang baru ini tidak hanya sebagai

teman sambil lalu. Anda ingin membawa dia masuk ke dalam dunia Anda.

 

4. “Saya” Menjadi “Kita”

Cepat atau lambat, cara berbicara mulai berubah. Dari, misalnya,

“Malam minggu ini kamu ada acara tidak?” menjadi ” Malam minggu ini

kita ke mana, ya?”

 

Tentu saja hal ini baik, tetapi untuk mengukur kadar hubungan Anda

berdua, coba lihat bagaimana reaksi Anda terhadap skenario berikut

ini: Bila teman kencan ingin pulang lebih awal pada suatu pesta yang

diadakan oleh teman Anda, bagaimana reaksi Anda? Apakah dengan senang

hati Anda akan ikut pulang dengannya atau justru merasa kesal karena

belum ingin pulang? Bila atasan menginginkan Anda melakukan perjalanan

bisnis, apakah Anda akan mengatakan kepada teman kencan dan meminta

izin darinya terlebih dahulu? Bila ya, hal ini pertanda bahwa dia

sudah menjadi bagian dalam kehidupan Anda.

 

5. Selalu Ingin Berbagi

Pada tahapan ini banyak pasangan yang selalu ingin mengekspresikan

perasaan rindunya baik melalui SMS, telepon, maupun e-mail. Terutama

pada saat mereka sedang tidak bersama. Dan bila Anda tidak sabar untuk

menceritakan kepadanya apa yang terjadi pada diri Anda, apa yang Anda

lihat, atau Anda tidak dapat meninggalkan toko tanpa membelikan

sesuatu untuk dirinya, hal ini merupakan tanda-tanda bahwa dia selalu

ada dalam benak Anda.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s