Review: Beautylabo Raspberry Pink

Disclaimer: results might be different to other people. This review is based on personal use. No endorsement.After getting tired of coloring my hair with no significant result, I read some good reviews on this particular hair colorant. The brand might not be familiar to most people. But from what I’ve read, this is a good brand from Japan.I’ve been checking out this brand for almost a month. Reluctant to buy one when I’m in Superindo.But last week it was on promotion. The price reduced from 35*** to 30***. Of course I cannot deny that “sale” item always intrigued me. So I decided to buy one.As you can see the middle right photo is “before” where my hair was still using the old hair color which supposed to be “copper”.And the right top is the “after” picture.What do you think?Update

How to get a partner (romantically)

Hi there readers, terribly sorry for not updating this blog for quite some time. I guess it was hard to juggle between office time and dealing with 2 kids and 1 hubby. Yep it was not typo, for new readers I am now married with 2 kids.

I understand that most people who visited my blog are looking for “how to get a partner (romantically)”.

Well, the sad news is…. I don’t know how. Even after 8 years of marriage. Things just happened.

For old readers, I know I wrote something about looking for Mr. Right. But sorry you cannot find that page anymore. I refused to lead people on the wrong direction even more.

Turns out in the world full of uncertainty, you cannot tell whether he is Mr Right or Mr wrong. For someone with high self confidence, i have somewhat low self esteem, especially dealing with men (in a romantic way). I do however have lots lots male friends.

I dated a few right men and wrong men. Sometimes it was very hard to read the signal. Especially with introvert.

I think the only logical explanation is to surrender your soulmate searching to God. He will be the one to guide you every step of the way.

If you’re married now, believe me that your partner is from God. And why did you choose to marry instead of single? That’s also God’s decision.

So for those singles, ask God whether you are meant to be married or stay single.

And for those who are married, look at your partner and try to remember why did you choose him/her.

Soulmate?

DIAKAH ” SOULMATE”-KU?

Baru-baru ini seorang rekan – sebut saja Johan – curhat pada saya, “Gue

sedang jatuh cinta ama Lisa. Gue rasa, dialah soulmate gue yang sebenarnya.”

Lisa adalah staf yang baru bekerja setahun di tempat kerja kita. Wajahnya

memang cantik. Tubuhnya imut-imut kecil, kulitnya putih, potongan tubuhnya

sangat seksi dan menarik. Apalagi busananya… . hmm…. rasanya Anda tidak

akan sanggup melepaskan pandangan Anda pada busananya yang “super irit”

atas-bawah.

Anda menangkap ada yang aneh dari curhat teman saya? Tentu tidak. Tapi

gimana kalau Anda mengetahui latar belakang Johan yang sebenarnya telah

punya istri dan 3 orang anak? Tentu Anda akan seperti saya, mencak-mencak!

“Gile lo. Kan elo udah nikah. Artinya istri lo tuh ya soulmate-mu. ”

“Bukan,” bantahnya. “Istriku adalah istriku. Tapi soulmate-ku adalah Lisa.”

APA ITU SOULMATE?

Gosh…!!! Dunia emang sudah gak beres ya? Ada aja alasan yang dipakai orang

untuk membenarkan tindakan keliru yang dibuatnya. Saya pun baru menyadari

kalau diam-diam, Johan dan Lisa sudah berhubungan sangat dalam selama lebih

dari setahun belakangan ini. Padahal di kantor, keduanya tidak pernah

bertutur sapa – apalagi saling lirik – seolah-olah mereka saling bermusuhan.

Gak tahunya, di balik itu semua, mereka sedang bermain sandiwara.

Tapi omong-omong, apa sih Soulmate itu? Masing-masing orang punya pandangan

sendiri. Bagi saya, Soulmate adalah pasangan hidup yang kita temukan saat

melakukan sosialisasi dengan lingkungan. Ketika kita menemukan seorang lawan

jenis yang cocok dalam bercakap-cakap, bertingkah laku, dan kesenangan /

hobi, maka ada kemungkinan dialah soulmate kita. Dan ketika kita memutuskan

untuk menikahi lawan jenis kita, saat itulah kita telah menemukan SOULMATE

kita itu.

Soulmate ibarat “sesuatu” yang hilang dalam hidup kita, yang kita cari

seumur hidup untuk melengkapi kekosongan jiwa kita. Dia adalah bagian tulang

rusuk kita, yang terambil pada saat Allah melakukan penciptaan di muka bumi

ini. Dia adalah “YANG TERBAIK” dari Allah karena Allah melihat ciptaan-Nya

“baik adanya” (lihat Kejadian 1).

APAKAH “SOULMATE” KITA LEBIH DARI 1?

Satu pertanyaan yang sering diintepretasikan oleh rekan non-kristen sebagai

hal yang keliru. Mereka menganggap bahwa “soulmate” mereka lebih dari 1.

Karena itulah mereka “diberi kebebasan” untuk mencari dan menikahi 4 orang

lawan jenis mereka.

Tapi Allah jelas mengatakan dalam Kejadian 1, bahwa Soulmate kita hanyalah 1

orang. Lihatlah teladan yang diberikan Allah. Dia menciptakan HANYA 1 orang

Adam dan 1 orang Hawa. Ketika mereka jatuh dalam dosa, Allah TIDAK PERNAH

menciptakan lagi manusia lain. Adam dan Hawa bersama-sama berjuang dalam

kesusahan sebagai manusia pendosa. Mereka mengisi bumi dengan

keturunan-keturunan mereka dengan jerih payah dan perjuangan yang luar

biasa. Renungkan Kejadian 1, di mana hanya ADAM dan HAWA yang berjuang.

Tidak ada Pria Lain dan tidak ada Wanita Lain. Hanya berdua.

Artinya : SOULMATE itu hanya 1. Engkau telah menemukan SOULMATE-mu ketika

kau memutuskan untuk menjalankan sisa hidupmu bersama dengannya SELAMANYA,

yaitu saat kalian memutuskan untuk menikah.

MUNGKINKAH AKU KELIRU MEMILIH “SOULMATE”?

Mencari soulmate ibarat mencari kunci gembok di lautan kunci. Ada jutaan

kunci, tapi hanya ada 1 yang tepat untuk membuka gembok. Anda punya waktu

untuk mencari. Tapi waktu Anda tidaklah banyak. Karena itu, Anda butuh “Ahli

Kunci” yang mampu memilihkan kunci yang tepat untuk Anda. Siapa dia? Dialah

ALLAH BAPA. Ketika kau sedang dalam pencarian pasangan, doakanlah dia.

SELALU. Mulai dari engkau baru pertama kali mengenalnya, hingga pacaran, dan

menikah.

Anda SALAH BESAR jika berkata telah keliru memilih “Soulmate”. Jika dia

bukan “soulmate”-mu, maka kalian tidak akan pernah menikah. Ingatlah,

perjumpaanmu dengan seseorang bukanlah kebetulan. Semuanya sudah diatur oleh

Allah. Mintalah bimbinganNya agar Anda tidak keliru memilih.

Tapi bagaimana kalau pasangan kita bersikap kasar? Ringan tangan? Jorok?

Menyebalkan? Memuakkan? “Jika dia benar-benar “soulmate”-ku, tentu tidak

akan demikian padaku.” Benarkah?

Anda harus belajar pada diri dan tubuh Anda sendiri. Ketika susah buang air

besar, apakah Anda akan berdiam diri? Anda tentu akan berusaha sekuat tenaga

agar Anda bisa buang air. Entah makan pepaya, pencahar, apapun. Pernahkah

terpikir untuk mendiamkan saja? “Toh ada mulut, hidung, atau telinga. Kalo

gak bisa keluar lewat pantat, masih ada “lubang” lain yang bisa dipakai

feses untuk keluar.”

Logikanya kan begitu? Tapi mekanisme tubuh tidak demikian. Anda justru

berusaha agar feses keluar sesuai “tempatnya”. Lewat pantat. Bukan lewat

hidung atau mulut Anda. Mengapa demikian? Karena tubuh dan diri Anda adalah

“soulmate”. Kalian tahu apa yang harus dilakukan dan kalian saling bekerja

sama agar segalanya berjalan semestinya.

Ketika Anda tahu pasangan Anda menyebalkan, memuakkan, menjijikkan, Anda

harus mengarahkan pasangan Anda. Cari penyebabnya, dan bersama dengannya,

mengubah hal yg menyebalkan Anda itu. Itulah fungsi “soulmate”. Anda

membantu pasangan Anda mengisi apa yang kurang darinya. Dan pasangan mengisi

apa yang kurang dari Anda. Dengan demikian, pada akhirnya semua berjalan

sebagai mana mestinya.

RISALAH

Yang harus Anda ingat : Soulmate memang sesuatu yang hilang dalam hidup

kita. Tapi engkau sebenarnya telah menemukannya ketika memutuskan untuk

menjalani sisa hidupmu bersamanya dalam ikatan pernikahan. Nonsens-lah Anda

berkata telah “keliru memilih soulmate”. Itu artinya Anda tidak berani

mengambil tanggung jawab atas pilihan Anda sendiri. Ketika Anda berpikir

Anda salah memilih “soulmate”, bukalah Kejadian 1 dan renungkanlah

perjuangan Adam dan Hawa BERDUA dalam menjalani hidup. Apakah mereka keliru

memilih “soulmate”? Jika benar mereka keliru, harusnya Allah memberikan

lebih banyak “pilihan” pada Adam dan Hawa kan ? Faktanya : Allah tetap

mempertahankan mereka berdua sebagai pasangan karena Allah ingin mengajarkan

hidup setia. (Bayangkan, tulang rusuk kita ada 22 pasang. Jika saja Hawa

bukan “soulmate” Adam, Allah bisa saja menciptakan 22 perempuan dan 22

laki-laki untuk dipilih oleh Adam dan Hawa).

So… buat sobatku, Johan. Nasihatku padamu – dan aku tidak bosan2-nya untuk

menasihatimu akan hal ini – lupakan Lisa. Dia bukan “soulmate”mu. Kembali

pada keluargamu. Cintailah mereka sepenuh hatimu.

Dan buat rekan2 yang punya selingkuh di luar sana , apapun alasan kalian

pada pasanganmu (mereka cerewetlah, joroklah, tidak perduli padamu, ….),

ingatlah bahwa kalian dipersatukan Tuhan dalam tali pernikahan bukan tanpa

alasan. Anda punya arti dalam hidup pasanganmu. Coba… perbaiki hubunganmu

dengannya. Dialah “soulmate”mu yang sebenarnya.

GBU..